Pengguna Tweetbot Bajakan Mempermalukan Diri Mereka Sendiri

TweetBot

Sebagai developer aplikasi, tentunya mendapati aplikasi yang telah susah payah kita buat dibajak oleh orang lain tentu sangat mengesalkan. Seluruh jerih payah yang kita berikan seakan tidak dihargai, dan mereka mendapatkan aplikasi-aplikasi kita secara gratis. Bagaimanakah cara Anda untuk mengurangi jumlah pembajakan seperti itu? Tweetbot, sebuah aplikasi Twitter yang sangat populer di platform iOS, punya caranya tersendiri.

Cara tersebut cukup unik, yaitu membuat orang yang memiliki Tweetbot palsu atau bajakan menge-Tweet sebuah Tweet yang sangat memalukan, yaitu

I’ve been demoing a pirated copy of @tweetbot and really like it so I’m going to buy a copy.

Saya sedang mendemonstrasikan sebuah aplikasi @tweetbot bajakan dan sangat menyukainya sehingga tidak akan membelinya.

Memang, secara harga, aplikasi Tweetbot yang dibanderol dengan harga $2,99 (sekitar Rp 27.000) ini lebih mahal daripada aplikasi Twitter resmi, yang memang disebarluaskan secara gratis. Hal tersebutlah yang menyebabkan banyak pengguna yang tidak ingin membayar memilih untuk membajak aplikasi ini, dengan berbagai cara seperti men-download dari appstore bajakan.

Apabila Anda mencoba melakukan pencarian di Twitter berisi kalimat tersebut, maka Anda akan melihat cukup banyak orang yang menge-Tweet seperti itu. Jumlah ini bisa jadi sebenarnya lebih banyak lagi, karena beberapa orang yang sadar langsung dengan cepat menghapus Tweet tersebut, karena malu.

Tetapi menurut Paul Haddad, pembuat Tweetbot, Tweetbot tidak secara diam-diam menge-Tweet lewat akun pengguna aplikasi bajakan mereka, melainkan Tweetbot bajakan tersebut akan menampilkan Tweet tersebut di halaman compose, dan itu tergantung kemauan pengguna apakah ia ingin menge-Tweet kalimat tersebut atau tidak.

Dan ketika ditanya mengapa banyak orang yang menge-Tweet kalimat tersebut, Paul menjawab bahwa mungkin mereka “bodoh”.

Wah wah, ada-ada saja cara developer untuk melindungi aplikasinya supaya tidak dibajak.

Bagaimana dengan Anda para developer? Apakah Anda punya trik-trik khusus untuk mengurangi jumlah pembajakan aplikasi Anda?

fold-left fold-right
About the author
Prayudi Satriyo Nugroho - Mahasiswa Sistem Informasi semester akhir yang terbiasa mengisi waktu luang dengan keluyuran di internet. Ia adalah founder dari Techrity yang dapat Anda hubungi melalui email maupun Twitter.