Instagram Kini Punya 100 Juta Pengguna Aktif

Dalam waktu kurang lebih satu bulan setelah mereka mengumumkan bahwa layanan Instagram diakses oleh 90 juta orang setiap bulannya, Instagram kembali mengumumkan bahwa sekarang ini pengguna bulanan yang mengakses layanan mereka bertambah menjadi 100 juta orang. Angka tersebut diraih oleh Instagram dalam jangka waktu yang cukup singkat, yaitu 28 bulan.

Instagram awalnya adalah sebuah startup yang dimulai dari dua orang, yang berujung pada akuisisi oleh Facebook senilai $1 miliar (sekitar Rp 9,7 Triliun) dalam bentuk uang tunai dan saham. Instagram merupakan sebuah aplikasi berbagi gambar dengan keunggulan adanya filter-filter unik yang mengubah gambar penggunanya menjadi tampak lebih artistik dan profesional. Dulunya Instagram dikhususkan untuk platform iOS, tetapi akhirnya aplikasi ini pun hadir di Android. Sayangnya sampai sekarang aplikasi ini belum tampak akan hadir di Windows Phone maupun BlackBerry 10.

Berikut adalah kutipan curhatan di sebuah blog yang ditulis oleh Kevin Systrom, Co-founder dari Instagram:

Kantor pertama Instagram memiliki kualitas yang belum terlalu baik—dan tanpa insulation. Hanya ada dua karyawan, jadi kami menyewa sebuah meja di sebuah tempat yang terletak di San Francisco Bay. Pada malam hari, sangat mungkin menemukan kami bekerja dengan jaket musim dingin kami, duduk di depan laptop kami, dengan udara yang sangat dingin yang menyebabkan kami dapat melihat nafas kami sendiri. Adalah Oktober 2010 saat kami meluncurkan Instagram, dan San Francisco telah memberikan kami musim gugur yang dingin sekali.

Suatu malam setelah peluncuran, sekitar satu mil dari tempat kami duduk, stadium Giants penuh dengan para pendukung yang menyoraki tim kesayangan mereka yang sedang berusaha mendapatkan NLCS menghadapi Philadelphia Phillies. Kami tidak memiliki insulation di kantor kami sampai-sampai kami dapat mendengar suara teriakan para pendukung tersebut setiap kali ada lemparan panjang ke arah McCovey Cover. Di kantor, kami mengangkat kepala kami dari code yang sedang kami kerjakan setiap kali kami mendengar suara teriakan fans, penasaran siapa yang sedang berada di bat, apa yang telah terjadi, dan apakah bolanya masuk atau tidak. Kami tidak tahu, tetapi itu tidak penting.

Saat itu kami hanya memiliki beberapa ribu orang di seluruh dunia menggunakan Instagram, dan kami membayangkan mungkin lewat Instagram kita dapat melihat apa yang sedang terjadi di dekat kita. Dengan menggunakan perintah singkat di terminal komputernya, layar co-founder saya, Mike, dipenuhi dengan gambar dari permainan tersebut: bullpen, dugout, conession stands, pendukung yang bersorak-sorai, dan sebuah foto panoramik dari suatu tempat tinggi di atas. Dalam beberapa jam, orang-orang di stadion tersebut merekam kejadian-kejadian dengan menggunakan Instagram dan memungkinkan kami untuk menyaksikan event sambil duduk setengah mil dari situ, dengan menggunakan jaket musim dingin dan kawan-kawannya.

Untuk pertama kalinya, kami mengerti mengapa Instagram akan berbeda. Kami mengerti kekuatan dari gambar yang akan menghubungkan orang untuk memperlihatkan apa yang sedang terjadi di dunia di sekitar mereka. Dan, walaupun Instagram memiliki pengguna yang sangat banyak hari ini, pada malam tersebut kami melihat preview mengenai bagaimana Instagram akan dapat menampilkannya dalam skala yang lebih besar.

Artikel selengkapnya oleh Kevin Systrom dapat Anda baca di sini.

fold-left fold-right
About the author
Prayudi Satriyo Nugroho - Mahasiswa Sistem Informasi semester akhir yang terbiasa mengisi waktu luang dengan keluyuran di internet. Ia adalah founder dari Techrity yang dapat Anda hubungi melalui email maupun Twitter.