NVIDIA Memperkenalkan NVIDIA Tegra 4i

NVIDIA baru saja memperkenalkan chip Tegra 4i, sebuah chip yang mirip dengan Tegra 4, hanya saja memiliki kemampuan untuk menggunakan LTE dan juga kapasitas grafik kelas atas, berkat 60 graphic core yang ada di dalamnya.

Menurut catatan Forbes, Chip ini berisi 60 GPU core, sebuah CPU quad-core 2,3 GHz (menggunakan Cortex-A9 R4), dan juga modem LTE NVIDIA i500. Tegra 4i memiliki ukuran setengah lebih kecil dan 2,7 kali lipat lebih hemat energi ketimbang kompetitornya, Snapdragon S800.

Memang dalam hal penghematan energi, Tegra 4i menggunakan teknik seperti yang digunakan oleh Tegra 3, yaitu memiliki core kelima, yang akan digunakan pada saat pengguna sedang melakukan aktivitas yang tidak terlalu berat, seperti membaca SMS dan email. Dengan begitu, prosesor quad-core yang sedang tidak digunakan pun dapat dibuat “tidur”, sehingga konsumsi daya pun dapat ditekan.

CPU Comparison Tegra 4i

“On the Tegra 4 family of chips, we’re using our 2nd generation battery saver core technology, 4-plus-1, which dedicates a CPU core for low power tasks. It first shipped with Tegra 3 and delivers a great range of very high performance and low power. We learned a lot from the first generation technology and the 2nd generation further improves power efficiency. The Tegra 4 family is lower power than Tegra 3 – both Tegra 4 and Tegra 4i.”

– Matt Wuebbling, Director of Tegra Product Marketing at NVIDIA.

“Di keluarga Tegra 4, kami menggunakan teknologi penghemat daya generasi kedua, 4 plus 1, yang memiliki sebuah core CPU untuk kegiatan yang hanya membutuhkan sedikit kekuatan. Teknologi ini pertama kali ada di Tegra 3 dan memungkinkan prosesor ini memiliki performa tinggi dan konsumsi daya yang rendah. Kami belajar banyak dari teknologi generasi pertama, dan generasi kedua meningkatkan efisiensi daya. Keluarga Tegra 4 mengonsumsi lebih rendah daya ketimbang Tegra 3 – baik Tegra 4 maupun Tegra 4i.”

– Matt Wuebbling, Direktur dari Tegra Product Marketing di NVIDIA.

fold-left fold-right
About the author
Prayudi Satriyo Nugroho - Mahasiswa Sistem Informasi semester akhir yang terbiasa mengisi waktu luang dengan keluyuran di internet. Ia adalah founder dari Techrity yang dapat Anda hubungi melalui email maupun Twitter.