Path Didenda 800 Ribu Dollar Karena Pelanggaran Privasi

Path

Jejaring sosial bernama Path adalah jejaring sosial yang lebih ditargetkan kepada orang-orang yang mau lebih berhubungan dekat dengan teman-teman dan keluarga dekatnya, ini terbukti dari jumlah teman yang dibatasi hanya 150 saja dalam jejaring sosial ini. Jejaring sosial asal Amerika Serikat ini baru saja dijatuhkan hukuman denda sebesar 800 ribu dollar AS.

Seperti diberitakan oleh Guardian, hukuman denda ini dijatuhkan oleh US Federal Trade Commission (FTC) kepada Path. Denda ini dikenakan kepada Path karena Path telah melanggar melakukan pelanggaran yaitu mengambil data para penggunanya tanpa ijin dan menyimpannya di server Path.

Tidak hanya mengambil data tanpa ijin, Path juga memperbolehkan anak-anak di bawah usia 13 tahun untuk bergabung dan menggunakan jejaring sosial yang satu ini.

FTC merupakan lembaga yang bertanggung jawab atas perlindungan konsumen mengatakan bahwa Path telah menyesatkan pengguna dan tidak memberikan informasi yang jelas tentang pengumpulan dan penggunaan data pribadi mereka. Di Path, Anda bisa menggunakan opsi untuk menemukan teman-teman di jejaring sosial lain, sekalipun Anda tidak menggunakan opsi ini, Path tetap akan mengambil data-data mereka, termasuk nama depan dan nama akhir, nomor telepon, alamat email, username Facebook dan Twitter. Data-data ini diambil melalui iPhone dan iPad kemudian di upload ke server Path.

Selain itu di Amerika Serikat, ada hukum yang mengatakan bahwa anak-anak usia di bawah 13 tahun harus memiliki ijin dari orang tua untuk mendaftar ke dalam sebuah layanan, termasuk layanan jejaring sosial. Dan FTC mengatakan dari sekitar 6 juta pengguna Path, ada sekitar 3000 akun yang berumur di bawah 13 tahun.

Atas pelanggaran tersebut, FTC menjatuhkan denda 800 ribu dollar AS, pengadilan juga meminta Path untuk menghapus data-data informasi yang diambil oleh server Path tanpa ijin. Pihak pengadilan juga meminta Path untuk memperbaiki sistemnya agar tidak terjadi lagi hal demikian.

Inilah tandanya bahwa di Amerika Serikat, pemerintah sangat peduli dan memperhatikan perlindungan konsumen termasuk dalam bentuk digital sekalipun. FTC juga memperingatkan bagi para developer, agar tidak melakukan kesalahan yang sama dengan Path.

Update:

Founder dan CEO dari Path, Dave Morin, menjelaskan melalui blog Path:

there was a period of time where our system was not automatically rejecting people who indicated that they were under 13.

ada sebuah periode waktu di mana sistem kami tidak secara otomatis menolak orang-orang yang berumur di bawah 13.

Kemudian ia melanjutkan:

Before the FTC reached out to us, we discovered and fixed this sign-up process qualification, and took further action by suspending any under age accounts that had mistakenly been allowed to be created.

Sebelum FTC mendatangi kami, kami sudah menemukan dan memperbaiki proses kualifikasi untuk melakukan sign up, dan mengambil tindakan lebih lanjut dengan menghapus setiap akun di bawah umur yang sebelumnya secara keliru telah berhasil dibuat.

Jadi menurut Anda, apakah Path benar-benar melakukan pelanggaran secara sengaja atau tidak sengaja karena kesalahan pada sistem mereka?

 

Sumber gambar: Path via Google Play

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.