Jumlah Perusahaan Startup Teknologi di Indonesia Turun Drastis Pada Tahun 2012

startup-Lead

Perusahaan startup teknologi sedang memasuki masa-masa penurunan pada tahun 2012 ini setelah sebelumnya pada tahun 2011 banyak para pengusaha dalam bidang teknologi (technopreneur) yang mencoba peruntungan dengan membuat perusahaan startup mereka sendiri. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah perusahaan startup yang muncul pada tahun 2012 menurun drastis dari angka 800 ke 350 startup.

Berdasarkan wawancara KompasTekno terhadap komunitas StartupLokal, salah satu inisiator dari komunitas tersebut, Natali Ardianto mengatakan:

Startup online adalah bisnis, perusahaan. Mindset mereka harusnya bukan memikirkan fitur website-nya, namun harus memikirkan bagaimana melakukan marketing dan menjual produk mereka.

Sepertinya pada tahun 2012 para technopreneur yang mencoba membangun perusahaan startup mereka sendiri menghadapi suatu kenyataan bahwa membangun sebuah bisnis digital di Indonesia tidaklah mudah. Terlalu memfokuskan diri terhadap fitur-fitur produk mereka tanpa berusaha melakukan pemasaran adalah suatu kesalahan.

Jenis startup yang paling mengalami penurunan adalah startup jenis daily deals. Pada tahun 2011 ada sekitar 44 startup daily deals, dalam waktu 6 bulan tersisa 12, dan saat ini yang dominan hanya 4 perusahaan saja yang mana sebagian juga telah diakuisisi oleh perusahaan lain.

Sedangkan jenis startup yang paling banyak bertumbuh pada tahun 2012 adalah mobile game, travel, dan yang paling dominan adalah e-commerce. Dan rasanya jika kita perhatikan selama beberapa bulan terakhir memang perusahaan-perusahaan jenis inilah yang banyak bertumbuh di Indonesia, entah itu startup yang benar-benar startup atau startup yang merupakan ‘cabang’ dari perusahaan asing.

Andy Zain, salah satu direktur dari Founder Institute, mempunyai saran untuk Anda:

Indonesia punya potensi besar di segmen low-end, kenapa tidak main di segmen itu.

Menurut Natali, banyak investor dan venture capital yang sebenarnya tertarik dengan pasar Indonesia tetapi jumlah startup di Indonesia yang sifatnya ‘menarik’ untuk di investasi tidak banyak. Hal ini berakibat para pemilik modal tersebut melakukan investasi kepada startup asing yang memiliki pasar di Indonesia.

Jika Anda ingin membuat dan mengembangkan perusahaan startup teknologi Anda, mungkin hal ini bisa menjadi perhatian bagi Anda. Bahwa dalam sebuah bisnis yang berkaitan dengan teknologi, kemampuan-kemampuan teknis memang salah satu kebutuhan utama bagi perusahaan Anda, tetapi bukan berarti Anda melupakan unsur-unsur yang wajib lainnya yang ada dalam sebuah bisnis seperti marketing, business development, human resource, dan lain sebagainya.

Pelajaran dari Steve Jobs mengenai bagaimana membangun sebuah perusahaan startup (bagian 1 dan bagian 2) mungkin bisa membantu Anda.

 

Sumber gambar: Duke Law

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.