Peraturan Impor Tablet PC Diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan RI

rules

Kementrian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia baru saja mengeluarkan peraturan terkait impor telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet. Sebagian pihak mengira bahwa peraturan ini dikeluarkan pemerintah untuk mengurangi banyaknya jumlah impor gadget-gadget yang terkait, namun apa sebenarnya tujuan dari peraturan ini?

Seperti diberitakan oleh SWA, peraturan tersebut diterbitkan 27 Desember 2012 yaitu Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 Tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet. Bachrul Chairi, Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan menjelaskan:

Kita bukan (bermaksud) mengurangi impor. Impor boleh masuk berapa saja, tapi melalui ketentuan.

Sebenarnya tujuan dari dibuatnya peraturan ini adalah untuk melindungi para konsumen. Melindungi konsumen dari permasalahan yang terkait mengenai ketersediaan layanan servis dan suku cadang. Bachrul mengatakan:

Kalau perlindungan konsumen, kalau satu barang dijual, dan barang itu bisa kita pakai lebih dari 6 bulan maka semua importir, semua pengusaha itu harus punya sparepart-nya selama satu tahun.

Ia menambahkan:

Ini bukan mengurangi, membatasi (impor). Silahkan masuk dari mana saja, jumlahnya berapa saja, tapi memenuhi standar-standar yang memberikan kepastian terhadap konsumen, perlindungan terhadap konsumen, perlindungan dari bahaya.

Ia menjelaskan bahwa hal ini terkait dengan undang-undang perlindungan konsumen, dan hal ini belum diterapkan oleh para importir dan pengusaha dalam import gadget-gadget yang terkait. Memang pada kenyataannya sampai saat ini produk-produk elektronik khususnya gadget yang mendominasi pasar Indonesia sebagian besar adalah merek luar bukan merek lokal.

Selain perlindungan konsumen, nampaknya ini merupakan salah satu strategi pemerintah Indonesia untuk menarik para produsen gadget tersebut agar masuk dan berinvestasi di Indonesia.

Strategi ini sebenarnya sudah membuahkan hasil sebelum peraturan tersebut diterapkan, salah satu bukti nyatanya adalah dengan masuknya Google beberapa waktu lalu, kemudian Foxconn, pabrik pembuat produk-produk Apple, juga sudah siap berinvestasi di Indonesia. Dan yang terakhir adalah rumor mengenai Apple yang akan membuka kantor perwakilan di Indonesia.

Bagaimana menurut Anda?

 

Sumber gambar: Marketing Pilgrim

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.