Netbook Tidak Akan Diproduksi Mulai Tahun 2013. Apa Penyebabnya?

Dead Netbook

Setelah disebut-sebut akan menggantikan notebook karena ukurannya yang lebih kecil, ternyata mulai tahun 2013 ini Netbook tidak akan diproduksi oleh vendor-vendor besar seperti Asus dan Acer. Kira-kira, apa saja penyebab ‘kegagalan’ perangkat netbook?

Bahkan Business Insider dalam sebuah artikelnya menyebutkan bahwa sebuah lembaga riset, ABI Research, mengadakan riset pada tahun 2009 dan meramalkan bahwa pada tahun 2013 ini akan terjual sebanyak 139 juta unit. Riset tersebut meramalkan penjualan sampai tahun 2015, serta menyertakan nama 23 vendor yang akan memproduksinya, termasuk di antaranya adalah… Nokia.

Kenyataannya, penjualan pada tahun 2013 akan lebih dekat dengan angka 0 ketimbang 139 miliar, karena berbagai vendor seperti Asus yang pada tahun 2007 mulai memperkenalkan jajaran netbook favorit milik mereka, Eee PC, menyatakan bahwa mereka tidak akan memproduksi netbook mulai tahun 2013.

Sebelumnya, Asus dan Acer adalah dua perusahaan terakhir yang memproduksi netbook, setelah perusahaan-perusahaan lain seperti Samsung dan HP mulai berpindah ke tablet.

Jadi, apa yang membunuh netbook?

Ultrabook, post-PC era, serta nilai ekonomis dari netbook itu sendiri.

Ultrabook, dan Jenis PC Lainnya

Peningkatan kebutuhan orang-orang terhadap komputer membuat netbook tidak bisa bersaing. Netbook yang pertama kali keluar lebih murah daripada notebook karena hanya memiliki layar 7 inci, media penyimpanan yang kecil, dan prosesor Atom. Selain itu netbook tersebut juga menggunakan Linux dan bukan Windows. Tetapi seiring berjalannya waktu, netbook jadi memiliki layar berukuran 10 inci ke atas, harddisk, dan Windows. Memang biaya pembuatannya masih lebih murah, tetapi tidak berbeda jauh.

Selain itu, untuk mereka yang mementingkan laptop yang ringan, sekarang ada ultrabook sebagai alternatif dari netbook. Selain ukurannya yang rata-rata lebih tipis ketimbang netbook, ultrabook juga kebanyakan dilengkapi oleh SSD dan memiliki prosesor yang lebih bertenaga. Walaupun begitu harganya memang lebih mahal ketimbang netbook, bahkan lebih mahal ketimbang laptop biasa.

Era Pasca PC (Post-PC Era)

Xperia Tablet S

Bisa dibilang era pasca PC dimulai dari peluncuran iPad oleh Apple pada awal 2010. Kemudian pada pertengahan 2010, tablet-tablet lain pun bermunculan. Setelah itu tablet pun bagaikan merajai pasar, dan netbook? Terlupakan.

Kebanyakan tablet mendapat tempat di pasar karena harga mereka yang relatif murah, lebih portabel ketimbang netbook (apalagi laptop), dan baterai yang tahan lama.

Bahkan penjualan tablet di tahun 2011 dikabarkan mencapai 63 juta. Bandingkan dengan penjualan netbook yang hanya 29 juta.

Nilai Ekonomis Netbook

Netbook dibuat untuk mereka yang membutuhkan komputer sederhana yang sekadar dapat digunakan untuk browsing, dan mengolah dokumen. Oleh karena itu, harganya pun harus murah.

Pada awalnya netbook seperti Eee PC dibuat dengan sistem operasi Linux dan harganya pun dapat ditekan hingga $199 (Rp 1,9 juta). Tetapi seiring berjalannya waktu, pengguna membutuhkan Windows untuk dapat menjalankan aplikasi-aplikasi yang hanya bisa dijalankan di Windows.

Harga lisensi Windows XP original dapat mencapai $30, dan Windows 7 dapat mencapai $50. Oleh karena itu netbook pun tidak dapat ditekan lagi, dan menjadi seharga Rp 2,5 juta. Dan dengan spesifikasi yang nanggung, kebanyakan orang akan beralih ke tablet, atau bahkan laptop biasa.

Apakah Anda pernah atau sedang memiliki netbook? Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini?

 

Gambar: Aspire One via webpymes.cl, Xperia Tablet S via Sync-Blog

fold-left fold-right
About the author
Prayudi Satriyo Nugroho - Mahasiswa Sistem Informasi semester akhir yang terbiasa mengisi waktu luang dengan keluyuran di internet. Ia adalah founder dari Techrity yang dapat Anda hubungi melalui email maupun Twitter.