Nokia Menjual Markas Utamanya Senilai 6,79 Triliun Rupiah

nokia-headquarters

Tahun ini diharapkan bisa menjadi awal kebangkitan nokia dalam industri smartphone melalui kerjasamanya dengan Microsoft melalui Windows Phone 8. Mulai dari smartphone Nokia Lumia dengan teknologi wireless charging, sampai dengan layanan peta digital Nokia Here.

Tetapi nampaknya penjualan smartphone dan produk-produk lainnya belum bisa menutupi biaya operasional Nokia sebesar US$754 juta atau sekitar Rp 6,786 triliun (dengan asumsi US$1 = Rp 9.000). Dikutip dari TechnoBuffalo, untuk bisa memperbaiki performa dan bertahan pada tahun-tahun mendatang, Nokia menjual markas utamanya di Espoo, Finlandia.

Tetapi dengan hal ini bukan berarti bahwa Nokia akan pindah dari kota dan negara tersebut, Nokia masih akan menggunakan gedung tersebut sebagai markas utamanya, tetapi bukan sebagai pemilik melainkan sebagai penyewa bangunan, sebagai gantinya Nokia akan mendapat $220 juta atau senilai hampir 2 triliun rupiah.

CFO Nokia, Timo Ihamuotila, mengatakan:

Owning real estate is not part of Nokia’s core business and when good opportunities arise we are willing to exit these type of non-core assets. We are naturally continuing to operate in our head office building on a long-term basis

Memiliki real estate bukan bagian dari bisnis inti Nokia dan ketika kesempatan yang baik muncul kita bersedia untuk keluar dari jenis aset non-inti tersebut. Kami secara alami terus beroperasi di gedung kantor pusat kami pada basis jangka panjang.

Bagaimana menurut Anda, apakah ini langkah yang tepat untuk Nokia? Bagaimana jika sang pemilik tanah dan gedung tersebut ternyata fanboy Android atau iOS?

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.