Inikah Masalah-Masalah Terbesar Apple?

Apple Problems

Patrick B Gibson bersama seorang temannya Tom, baru saja menyelesaikan sebuah thesis mengenai masalah-masalah terbesar Apple. Seperti apa hasil analisis masalah-masalah terbesar Apple menurut Patrick dan Tom?

Google is getting better at design faster than Apple is getting better at web services.

Google semakin baik dalam mendesain lebih cepat daripada Apple semakin baik dalam layanan web.

Inilah pernyataan Patrick dalam blognya, yang jelas sekali menggambarkan persaingan antara Android dan iOS sistem operasi mobile milik Google dan Apple.

Patrick mengaku ia sudah lama menggunakan Mac, dan ia adalah penggemar fanatik Apple (Apple fan). Tetapi menurutnya, segala hal tentang internet yang disentuh oleh Apple menjadi berantakan, mulai dari iCloud, MobileMe, dan Mac, menurutnya tak berfungsi optimal.

Ia sudah banyak mendengar dan beberapa kali menjadi korban dari terjadinya duplikasi atau kehilangan kontak, error sangat sync kalender, email yang down. Lebih lanjutnya Patrick menyebutkan masalah-masalah Apple dalam beberapa point, antara lain:

  • Sebelum bisa di-update, toko online Apple harus dibuat offline (dimatikan) terlebih dahulu. (mungkin inilah alasan mengapa App Store beberapa kali down)
  • Seluruh jaringan Game Center bisa dibuat kacau oleh sebuah judul game yang sedang populer.
  • Dalam Game Center, Find My Friends, dan Shared PhotoStreams, pengguna harus menjalin pertemanan di masing-masing aplikasi, tidak bisa hanya satu kali saja.
  • Notes membutuhkan akun e-mail untuk sinkronisasi.
  • iTunes dan App Store masih dijalankan dengan WebObjects, framework kuno yang dibuat hampir 20 tahun yang lalu.
  • iMessage pada Mac tak memiliki urutan waktu sekuensial.
  • Ping.

Satu-satunya hal bagus soal Apple dan internet adalah bahwa Apple punya tim web browser yang baik. Ia juga membandingkan kualitas layanan dari Apple dengan Google, khususnya Android. Jelas jika kita lihat perkembangan Android dari versi awal sampai saat ini mengalami peningkatan dan perubahan yang signifikan ke arah yang semakin baik. Sedangkan Apple dan iOS?

Menurutnya, Android saat ini memang masih ‘jelek’ tetapi jika dibandingkan dengan peningkatan dan perubahan yang dilakukan oleh Google daripada Apple, nampaknya ini hanya masalah waktu Android akan melampaui iOS.

Apple seharusnya membeli Twitter

Patrick sangat menyarankan Apple untuk mengakuisisi Twitter. Meskipun sudah banyak rumor bermunculan dan terjadi beberapa kali perbincangan antara Apple dan Twitter, sampai saat ini belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

Mengapa Apple harus membeli Twitter?

Apple should buy Twitter not for its social network, but for its talent and technology. That talent and technology could undoubtably help bring Apple and iCloud into the 21st century. The social network is basically an added bonus.

Apple harus membeli Twitter bukan karena jejaring sosialnya, tetapi karena talenta dan teknologi. Talenta dan teknologi Twitter tidak bisa diragukan lagi akan membantu Apple dan iCloud kepada abad 21. Pada dasarnya jejaring sosial tersebut adalah bonus.

Twitter unggul dalam web, mereka menciptakan produk yang sederhana, mudah digunakan, dan elegan. Hal ini sama dengan prinsip produk-produk Apple. Twitter tahu bagaimana cara mengatasi ratusan ribu tweet tiap menit.

Menurutnya salah satu masalah lagi di Apple adalah Apple tidak bisa merekrut dan mempertahankan teknisi dalam bidang website yang berbakat, mereka terlalu memfokuskan diri pada gadget-gadget mereka. Jika bukan sekarang, maka akan semakin kecil kemungkinan Apple untuk mengakuisisi Twitter. Apalagi apabila Twitter sudah berani untuk menawarkan saham ke publik seperti yang dilakukan oleh Facebook.

 

Jadi bagaimana cara Apple bisa keluar dari ‘zona nyaman’ mereka saat ini? Ada ide dari Anda?

 

Sumber gambar: urbanchristiannews.com

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.