Nexus 4 Ternyata Punya Chip 4G LTE, Tapi Buat Apa?

Nexus 4 #1

Sebagian besar warga Amerika Serikat kurang menyukai smartphone Nexus terbaru dari Google yaitu Google Nexus 4 dikarenakan Nexus 4 tidak bisa 4G LTE seperti smartphone high end lainnya yang sekarang berada di pasar. Tetapi tahukah Anda sebenarnya Nexus 4 punya chip 4G LTE?

Jika Anda perhatikan isi Nexus 4 yang dibongkar oleh iFixit, disana terdapat sebuah Qualcomm Seven-Band 4G LTE chip (warna hijau).

Seperti nama dari chip tersebut, chip tersebut seharusnya digunakan untuk teknologi 4G LTE. Tetapi Google dan LG menyatakan bahwa Nexus 4 tidak bisa digunakan untuk 4G LTE. Lalu apa kegunaan dari chip ini?

Tidak ada pernyataan resmi dari Google dan LG mengenai hal yang satu ini, tetapi yang jelas smartphone ini benar-benar tidak bisa digunakan untuk koneksi 4G LTE, hanya bisa sampai HSPA+ saja. Karena untuk koneksi 4G LTE, masih diperlukan beberapa komponen pendukung lainnya seperti antena 4G, atau sebuah power amplifier.

Jadi yang terlihat disana adalah ‘separuh’ komponen untuk melakukan koneksi 4G hanya berdiam diri disana, tanpa tujuan dan maksud yang jelas. Apakah Google dan LG punya rencana untuk hal yang satu ini?

Sebenarnya bagi kita yang tinggal di daerah seperti Indonesia, yang mana koneksi 4G belum bisa kita gunakan secara mudah dan maksimal atau mungkin belum terdapat koneksi 4G, membeli sebuah smartphone yang mempunyai koneksi 4G LTE adalah sebuah hal yang sia-sia. 4G LTE adalah salah satu ‘pemakan’ tenaga baterai terbesar dari sebuah gadget, yang mana teknologi tersebut belum akan bisa gunakan dalam waktu dekat di daerah kita tinggal. Jadi hal ini sebenarnya tidak akan menjadi masalah besar bagi kita yang tinggal di daerah seperti ini.

Bagaimana menurut Anda?
Apa kira-kira kegunaan dari chip 4G LTE yang duduk diam di dalam Google Nexus 4?
Apakah Google dan LG berencana akan menjual sebuah perangkat tambahan yang memungkinkan smartphone tersebut untuk melakukan koneksi 4G LTE?

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.