Bagaimana Seharusnya Memasang Charger Laptop atau Handphone?

Battery #1

Tahukah Anda bahwa perlakuan Anda dalam memasang dan mencopot sebuah charger berdampak mempengaruhi umur dan kinerja dari baterai sebuah gadget tertentu? Hal yang tampaknya sepele tapi cukup berdampak bagi gadget Anda sendiri baik itu laptop, handphone, tablet, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana seharusnya memasang charger pada gadget-gadget tersebut?

Hal yang paling sederhana harus Anda perhatikan dan harus Anda lakukan dalam memasang charger adalah urutan pemasangannya. Bagaimana seharusnya urutan pemasangan charger?

Dalam memasang charger baterai:

  1. Pasang kabel charger ke gadget Anda terlebih dahulu
  2. Setelah itu baru hubungkan charger kepada listrik

Begitu juga dengan urutan mencopot atau melepas charger gadget Anda:

  1. Lepaskan hubungan charger dengan listrik
  2. Kemudian baru copot gadget Anda dari charger

Perhatikan urutannya baik-baik, jangan sampai terbalik, karena kalau Anda melakukan urutannya dengan terbalik, maka disanalah letak kesalahan Anda. Mengapa?

Di dalam charger pasti terdapat sebuah trafo step down, dioda, beberapa kapasitor dan juga beberapa resistor. Jadi, pertama-tama listrik dari sumber arus akan masuk ke trafo step down untuk di turunkan tegangan listriknya. Setelah itu listrik akan berlanjut ke dioda. Dalam dioda, listrik akan di ubah dari yang mulanya tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah (DC). Setelah itu akan melewati beberapa kapasitor dan resistor agar listrik outputnya menjadi stabil.

Fungsi dari kapasitor sendiri yaitu untuk menyimpan arus listrik sebelum di teruskan. Dan fungsi resistor untuk menahan arus listrik yang berlebihan. Oleh karena itu kapasitor akan menyimpan listrik sementara yang berguna sebagai baterai kecil. Lalu arus listrik di keluarkan perlahan-lahan. Setelah itu barulah resistor menahan listrik yang berlebih sebelum masuk ke baterai gadget anda.

Bingung?

Penjelasan sederhananya adalah sebuah charger pasti memiliki beberapa komponen yang berfungsi untuk mengatur dan menstabilkan aliran listrik. Umumnya, charger laptop pasti berbentuk seperti ini (dalam berbagai ukuran yang lebih besar dan kecil):

Sederhananya, jika Anda menghubungkan charger kepada listrik terlebih dahulu, berarti sudah ada listrik yang mengalir di dalam charger. Ketika Anda hubungkan charger dengan gadget Anda, listrik yang mengalir tersebut sudah ‘tertumpuk’ dan masuk sekaligus. Hal ini menyebabkan baterai gadget Anda akan ‘kaget’ dan besar kemungkinan terjadi hubungan arus pendek, maka kapasitas baterai Anda yang 100% berkurang menjadi 99% (umur dan ketahanan baterai berkurang).

Begitu juga ketika Anda melepas charger dari gadget Anda. Apabila Anda melepas tidak dari listriknya terlebih dahulu, melainkan Anda lepaskan hubungan antara gadget dan charger dan charger masih terhubung dengan listrik maka kemungkinan hal serupa akan terjadi seperti di atas. Baterai Anda akan ‘kaget’ karena listrik yang stabil, tiba-tiba diputus, dan besar kemungkinan terjadi hubungan arus pendek.

Sedangkan ketika Anda memasang dan melepas charger dengan langkah-langkah yang tepat di atas, baterai gadget Anda akan lebih aman. Karena ketika Anda memasang charger, listrik langsung mengalir dan melalui berbagai komponen sehingga listrik menjadi stabil dan gadget Anda langsung terhubung sehingga listrik langsung mengalir dengan lancar. Begitu juga dengan melepas charger, Anda putuskan hubungan antara listrik dengan charger, listrik yang ‘tertinggal’ sedikit di dalamnya akan masih mengalir dengan lancar dan stabil.

Tetapi dengan perkembangan teknologi saat ini, rasanya gadget-gadget semakin pintar. Tidak semua gadget akan mengalami dampak seperti yang saya sebutkan di atas, seperti teknologi wireless charging. Saya rasa tidak akan menjadi masalah lagi apabila Anda melakukan langkah-langkah di atas secara terbalik. Maka ada baiknya ketika Anda membeli sebuah gadget, bacalah buku petunjuk penggunaannya terlebih dahulu.

 

 

Referensi: delllovers.com

Sumber gambar: apartmenttherapy.com, bindapple.com, cdwg.com, techeblog.com, androidauthority.com

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.
  • gita

    thanks for sharing 🙂

  • Ane

    Mau nanya nih, sy pernah dengar supaya baterai laptop lbh awet, saat kita kerja dengan laptop, baterainya dilepas dan laptop langsung dicharge ke listrik tanpa baterai. Baterai hanya di pakai / dipasang kalau di luar rmh, dan saat mau ngisi baterai aja. Apa hal itu benar /diperbolehkan, dan tidak merusak laptopnya?

    • sebaiknya jangan dicopot baterainya, kecuali Anda menggunakan UPS.

      karena baterai laptop berfungsi untuk ‘menstabilkan’ listrik, apabila tiba-tiba listrik tidak stabil atau mati, maka akan terjadi sedikit arus pendek.
      Jika tidak ada baterai, maka laptop Anda akan langsung terkena arus pendek dan akibatnya kemungkinan laptop Anda menjadi rusak atau berkurang daya tahannya. Tetapi jika Anda menggunakan baterai, maka yang terkena arus pendek adalah baterai Anda, baterai Anda akan menjadi rusak atau berkurang daya tahannya, tetapi laptop Anda tetap selamat.

      Memang pada akhirnya ada salah satu yang harus dikorbankan. Jika mau mencabut baterai dan langsung colok laptop ke listrik saya sarankan gunakan UPS terlebih dahulu.

  • luffy

    ups apa ya gan?