Google Art Project Melakukan Ekspansi, 29 Organisasi Dari 14 Negara Bergabung

Google Art Project

Google Art Project adalah sebuah platform online yang membuat publik dapat mengakses gambar-gambar karya seni dengan resolusi tinggi dari museum-museum yang menjadi partner Google. Proyek ini pertama kali diluncurkan pada bulan Februari tahun 2011 dan terus melakukan ekspansi sampai saat ini untuk menambah jumlah karya seni yang menjadi koleksi.

Bulan April 2012 lalu, Google Art Project melakukan ekspansi dan Museum Nasional Indonesia menjadi salah satu museum yang bergabung ikut serta didalamnya.

Ekspansi

Google menyatakan mulai hari ini menambah koleksi Google Art Project dengan bekerjasama dengan 29 organisasi baru di 14 negara untuk membawa koleksi karya seni milik mereka dalam bentuk digital.

Dengan adanya ekspansi Google Art Project ini, maka jumlah karya seni yang ada akan meningkat 10% dari keseluruhan, sehingga saat ini telah mencapai lebih dari 35.000 karya seni digital bisa diakses secara online.

Organisasi-organisasi yang baru bergabung dalam Google Art Project antara lain:

dan masih banyak lagi. Dengan ekspansi ini, Google Art Project telah memiliki sekitar 180 mitra, lebih dari 300.000 user, dan 15 juta pengunjung sejak bulan April 2012.

Fitur Baru

Selain ekspansi, Google Art Project juga memiliki 2 fitur baru yang bisa anda gunakan untuk lebih mudah dalam mengeksplorasi lebih dalam karya-karya digital ini. Fitur-fitur tersebut antara lain:

1. Compare

Fitur ‘bandingkan’ atau compare diperuntukkan bagi Anda yang ingin mengamati karya seni digital ini secara lebih mendalam dengan cara membandingkan dua buah karya seni secara berselebahan.

Caranya mudah, Anda cukup mengeklik tombol ‘Bandingkan’ atau ‘Compare‘ di toolbar sebelah kiri.

2. Hangout

Integrasi antara Google+ dengan Google Art Project juga ditanamkan oleh Google melalui adanya fitur Hangout di dalam Google Art Project.

Google Art Project adalah salah satu solusi bagi pemerintah Indonesia untuk mendokumentasikan seluruh kekayaan budaya yang ada Indonesia, guna melindungi dan melestarikannya.

Tetapi jangan hanya menunggu pemerintah untuk bertindak, mulailah dari diri Anda, organisasi Anda, dan daerah tempat tinggal Anda untuk berinisiatif melakukan pelestarian budaya. Jangan menunggu budaya Indonesia ‘dicuri’ baru kita bertindak.

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.