Google Meluncurkan Peta Krisis Badai Sandy

Hurricane Sandy 28 Okt

Dapatkah teknologi membantu manusia dalam menghadapi bencana alam seperti yang saat ini sedang dihadapi oleh Amerika Serikat dan sekitarnya?

Seperti yang kita ketahui, Google baru saja membatalkan Android event karena badai Sandy sedang menerjang pesisir timur negara Amerika Serikat dan sekitarnya. Tetapi bukan Google namanya kalau hanya diam saja dan tidak berinovasi.

Google meluncurkan peta krisis badai Sandy atau hurricane Sandy agar membantu masyarakat yang tinggal di daerah tersebut bisa mempersiapkan diri ketika badai datang.

Peta ini melacak pergerakan badai Sandy, membantu pengguna untuk memilih antara beberapa informasi, seperti:

  • lokasi badai,
  • pelacakan dan perkiraan,
  • lokasi penampungan,
  • gambar awan,
  • peringatan publik,

dan masih banyak hal-hal lainnya yang bisa membantu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi badai ini.

Secara khusus, Google juga telah meluncurkan peta krisis badai Sandy untuk kota New York dengan menampilkan:

  • zona evakuasi,
  • pusat evakuasi,
  • tempat penampungan darurat dari Palang Merah

Bagi Anda yang memiliki keluarga dan kerabat di Amerika Serikat, khususnya yang tinggal di daerah kota New York dan sekitarnya, sebaiknya Anda mencoba menghubungi mereka dan memberitahukan peta krisis ini kepada mereka karena peta ini akan sangat berguna bagi mereka yang sedang bersiap menghadapi bencana tersebut.

Sungguh luar biasa penerapan teknologi oleh Google Maps dari Google dalam membantu masyarakat Amerika Serikat dan sekitarnya menghadapi badai kategori 1 ini. Diharapkan peta krisis ini bisa mengurangi jumlah korban dan kerusakan fisik yang terjadi akibat badai ini.

Bayangkan jika teknologi ini diterapkan di negara-negara yang rawan bencana seperti Indonesia, peta krisis untuk membantu mendeteksi tsunami, mendeteksi gempa, memberitahukan pusat penampungan, zona evakuasi, dan lain sebagainya bagi para masyarakat yang tinggal di daerah sekitarnya.

Saya rasa masih butuh lebih dari 10 tahun lagi agar bisa berjalan secara maksimal, mengingat keterbatasan teknologi dan infrastruktur yang mendukung internet dan komunikasi pada sebagian besar daerah-daerah di seluruh Indonesia masih sangat terbatas.

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.