Bekerja Dirumah? Mengapa Tidak

Working From Home #2

Jika anda adalah seseorang yang bekerja 8 jam atau lebih dalam sehari di kantor, atau anda seorang bos yang lebih suka jika karyawan anda harus wajib datang ke kantor selama 8 jam atau lebih dalam sehari, mungkin anda harus mempertimbangkan hal yang satu ini.

Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, bekerja di rumah bukanlah hal yang aneh lagi. Banyak perusahaan-perusahaan yang sudah menerapkan bahwa para karyawan tidak harus data ke kantor selama 8 jam atau lebih dalam sehari.

Atau jika memang demikian, perusahaan-perusahaan teknologi seperti Google, Microsoft, dan lain-lainnya membuat kantor anda lebih nyaman dari rumah anda karena dukungan fasilitas dan lingkungan.


Tahukah anda sekarang di Indonesia-pun sudah mulai berkembang bekerja tanpa harus datang ke kantor, tetapi biasanya hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki pemimpin yang bisa dibilang ‘gaul’ dan ‘pengertian’. Juga bagi para freelancer, yang saat ini sudah mulai merebak juga di Indonesia.

Terutama di kota-kota besar Indonesia yang selalu ada kemacetan, salah satunya seperti Jakarta. Mungkin jika anda sedang atau pernah hidup dan bekerja di Jakarta anda akan merasakan bahwa hidup anda akan habis sebagian dalam perjalanan.

Saat ini, teknologi sangat mungkin membantu kita untuk bisa bekerja dari rumah. Dengan adanya fasilitas internet yang mudah dan cepat, serta mobilitas yang tinggi, didukung dengan gadget-gadget yang mendukung pekerjaan anda.

CarInsurance.org membuat sebuah infografis mengenai fakta-fakta seputar bekerja di rumah, khususnya yang terjadi di Amerika. Dan memang biasanya yang terjadi di negara maju nantinya akan terjadi pula di negara-negara berkembang, terutama kegiatan-kegiatan atau budaya-budaya positif yang baik seperti salah satunya hal yang satu ini.

Simak infografis berikut ini.

Referensi: carinsurance.org, businessdirect.bt.com

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.