Cepat Sembunyikan BlackBerry Anda

No BlackBerry

BlackBerry adalah salah satu gadget yang pernah menggambarkan tingkat ke-‘elite’-an seseorang. Pada jaman keemasannya beberapa tahun lalu, seseorang yang menggunakan gadget BlackBerry dianggap sebagai orang yang sibuk, mobilitas tinggi, dan karir sedang memuncak, oleh sebab itu mereka membutuhkan gadget tersebut. Begitu juga dengan di Indonesia.

Tetapi bedanya, di Indonesia BlackBerry mengarah ke pasar hampir semua level, dari orang dewasa, anak muda, anak remaja, sampai anak kecil. BlackBerry sudah menjadi salah satu kebutuhan utama, anda tidak memiliki BlackBerry maka kemungkinan anda akan di-‘ejek’ oleh teman-teman anda karena dianggap tidak gaul.

Lalu bagaimana BlackBerry saat ini?

Singkatnya, BlackBerry sedang berusaha bangkit dari mati surinya melalui BlackBerry 10. Mungkin kita yang ada di Indonesia tidak begitu merasakannya, tetapi berbeda bila anda tinggal di luar negeri.

Di Amerika Serikat, tepatnya di Los Angeles, seorang sales representative, Rachel Crosby berbicara tentang smartphone BlackBerry yang masih ia gunakan. Ia mengatakan bahwa orang-orang lain mengatakan hal tersebut sebagai sesuatu hal yang ‘memalukan’.

Rachel Crosby mengatakan:

I’m ashamed of it.

Saya malu akan hal tersebut.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa ia menyembunyikan BlackBerry di bawah iPad-nya saat sedang rapat atau bertemu orang saat bekerja, karena ia takut orang-orang tersebut akan melihat dan kemudian men-judge-nya dengan kurang baik (karena masih menggunakan BlackBerry).

Saat ini di Amerika, orang-orang yang masih menggunakan BlackBerry menjadi bahan ejekan dan bercandaan bagi para orang-orang yang sudah menggunakan gadget iOS dan Android.

Rachel Crosby mempraktekkan dengan menggunakan BlackBerry miliknya untuk membuka web browser dan menunggu web browser tersebut menampilkan sebuah website yang ia inginkan selama 3 menit. Dan tiba-tiba *BOOM*, baterai BlackBerry-nya mati. Kemudian ia mengatakan:

I want to take a bat to it. You can’t do anything with it. You’re supposed to, but it’s all a big lie.

Saya ingin memukul gadget ini. Anda tidak bisa melakukan apa-apa dengan ini. Anda seharusnya bisa, tetapi ini semua kebohongan besar.

Research In Motion memang berhasil dan sukses di negara-negara tertentu seperti India dan Indonesia. Tetapi di Amerika Serikat sendiri, market share BlackBerry tinggal 5% pada tahun ini.

Hal tersebut sangat timpang dibandingkan 3 tahun lalu, dimana BlackBerry mendominasi dengan market share lebih dari 50% di Amerika Serikat. Masa depan RIM sendiri ditentukan oleh gadget yang akan datangnya yaitu BlackBerry 10, apabila BlackBerry 10 berhasil maka masih ada kemungkinan RIM untuk bisa bangkit.

Seperti yang kita ketahui, RIM saat ini sudah mengalami kerugian sebesar US$ 753 juta atau sekitar Rp 6,77 miliar (dengan asumsi US$1 = Rp 9.000) pada 6 bulan pertama tahun ini. Kontras dibandingkan tahun lalu dimana RIM memperoleh laba lebih dari US$ 1 miliar.

Jadi bagaimana para pengguna BlackBerry di Indonesia? Anda masih ketergantungan dengan BBM dan BlackBerry anda? Mungkin ini adalah saatnya anda mulai membuka mata dan melihat kehebatan teknologi smartphone dan gadget yang sesungguhnya yang sudah ada di pasaran.

Referensi: nytimes.com, csectioncomics.com, http://theawesomeboston.com/.

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.