Lompatan Felix Baumgartner Menorehkan Berbagai Rekor

Kemarin siang di New Mexico, Amerika Serikat, atau mulai pukul 11 malam WIB, Felix Baumgartner dibantu oleh rekan-rekan timnya berhasil menorehkan rekor dunia dengan melompat dari ketinggian 39 kilometer di atas permukaan laut. Rekor apa sajakah yang berhasil ia torehkan?

Sukses melakukan peluncuran setelah hari selasa yang lalu sempat gagal akibat faktor cuaca, Felix Baumgartner dengan bantuan rekan timnya berhasil mencapai ketinggian 39 kilometer dengan menggunakan kapsul yang diangkat oleh balon berisi helium. Peluncuran memang membutuhkan cuaca dengan angin yang tenang, yaitu sekitar 3 mil per jam, sehingga pada saat selasa lalu peluncuran ini dibatalkan, karena angin yang berhembus sangatlah kencang, yaitu 20 mil per jam. Hal tersebut disebabkan karena balon dan kapsul yang digunakan tidak menggunakan mesin sama sekali, sehingga apabila terdapat angin ditakutkan kapsul akan terbawa ke tempat yang jauh.

Lompatan bersejarah tersebut dilakukannya sekitar pukul 1.30 pagi WIB, setelah ia duduk selama dua jam lebih di dalam kapsul yang diangkat oleh balon udara khusus berukuran raksasa yang berisi 180.000 meter kubik helium. Lompatan ini dilakukan sebagai usaha untuk menorehkan rekor dunia yang sudah 50 tahun dipegang oleh Joe Kitingger, Purnawirawan dari Angkatan Udara Amerika Serikat, yang melakukan lompatan 23,3 kilometer.

Lompatan ini tadinya direncanakan akan dilakukan dari ketinggian 37 kilometer, tetapi karena balon yang membawa kapsulnya terus menerus naik pada saat Felix Baumgartner dan rekan-rekannya melakukan preparation atau persiapan sebelum melompat, maka ketinggian resmi saat ia melompat adalah 39,08 kilometer.

Data mengenai lompatannya tersebut sudah diteliti, dan ditemukan bahwa ia telah berhasil membukukan rekor kecepatan jatuh, yaitu Mach 1,24 atau 822,9 mil per jam (1.324,33 kilometer per jam), dan menorehkan rekor sebagai manusia pertama yang bergerak lebih cepat dari kepecatan suara tanpa menggunakan pesawat terbang.

Walaupun begitu sebenarnya ada sedikit masalah kecil pada helm dari Baumgartner, yaitu heater pada kaca helm yang seharusnya menjaga supaya kaca helmnya tidak berembun dikabarkan tidak berfungsi. Tetapi untunglah lompatan Baumgartner tetap berjalan dengan lancar, dan ia mendarat ke bumi dengan selamat.

Di sisi lain, selain memecahkan rekor kecepatan dan ketinggian jatuh, secara sosial media, Baumgartner pun berhasil menorehkan sebuah rekor, yaitu rekor views di YouTube. Pada saat melompat, video dari Baumgartner yang disiarkan secara live di channel YouTube Red Bull berhasil menyita perhatian 8 juta orang pada saat lompatan itu berlangsung.

fold-left fold-right
About the author
Prayudi Satriyo Nugroho - Mahasiswa Sistem Informasi semester akhir yang terbiasa mengisi waktu luang dengan keluyuran di internet. Ia adalah founder dari Techrity yang dapat Anda hubungi melalui email maupun Twitter.