Microsoft Mengeluarkan 1,8 Miliar Dolar Untuk Mempromosikan Windows 8

Dengan semakin maraknya perangkat portable seperti tablet dan smartphone dengan kekuatan dan performa yang semakin baik, industri PC tampaknya sudah akan memasuki masa keabu-abuan. “Post PC Era“, itulah frasa yang sering kita dengar akhir-akhir ini, menggambarkan perkembangan tablet dan smartphone yang sudah jauh lebih cepat daripada perkembangan PC. Namun nampaknya Microsoft , pembuat Windows, sistem operasi komputer paling populer, tidak akan tinggal diam.

Steve Ballmer, yang menggantikan Bill Gates sebagai CEO Microsoft, menganggap Windows 8 adalah sebuah kesempatan untuk menunjukkan performanya di perusahaan ini, dan mengarahkan perusahaannya tersebut agar juga dapat menjadi pemimpin di bidang mobile computing. Terbukti dengan sepak terjang Microsoft pada tahun 2012 ini, yang meluncurkan beberapa produk sekaligus, yaitu Windows Phone 8, Windows 8, dan Microsoft Surface, tablet pertama mereka. Seluruh perangkat tersebut memiliki sebuah kesamaan, yaitu tampilannya, yang berbentuk seperti ‘ubin’, yang pada awalnya disebut Metro Style, tetapi karena masalah paten, akhirnya penggunaan nama tersebut dibatalkan.

Namun untuk membuat sistem operasi komputer mereka menjadi berbentuk seperti tersebut tidaklah mudah, karena diperlukan sosialisasi yang sangat gencar, mengingat perubahan sangat besar yang terjadi dari Windows 7 menjadi Windows 8. Menurus analisis Forbes, bahkan, kampanye yang dilakukan oleh Microsoft untuk mempromosikan produk terbaru mereka ini menembus angka $1,5 miliar (Rp. 14 Triliun), menjadikannya yang terbesar di industri teknologi, jauh di atas Windows 95 yang ‘hanya’ memakan $200 juta.


Tentunya perusahaan sekelas Microsoft tidak akan gegabah dalam menggunakan uang sebesar itu. Microsoft sedang berusaha mengarahkan penggunanya untuk dapat menikmati sebuah pengalaman yang sama di atas berbagai perangkat, mulai dari smartphone sampai tablet, mulai dari netbook sampai supercomputer. Semua seragam dengan tampilan Metro yang sederhana namun sangat fungsional.

“By engineering Windows 8 this way, and not just making a separate Metro-only OS for tablets and devices, Microsoft is sending us an implicit but, I think, clear message—which is that the future of general-purpose computing will occur via devices and not PCs.”- Paul Thurrot, veteran Microsoft-watcher.

“Dengan merancang Windows 8 menjadi seperti ini, dan tidak mendesain Metro hanya untuk OS tablet dan perangkat lain, Microsoft memberikan pesan tersembunyi, tetapi cukup jelas, kepada kita, yaitu komputasi di masa depan akan terjadi di berbagai macam perangkat, tidak hanya di PC.” – Paul Thurrot, pengamat Microsoft.

Referensi: forbes.com

fold-left fold-right
About the author
Prayudi Satriyo Nugroho - Mahasiswa Sistem Informasi semester akhir yang terbiasa mengisi waktu luang dengan keluyuran di internet. Ia adalah founder dari Techrity yang dapat Anda hubungi melalui email maupun Twitter.