Apple Menghabiskan Lebih Banyak Uang Untuk Paten Dibanding R&D

apple

Sebagai perusahaan teknologi, divisi Research and Development (R&D) merupakan salah satu divisi yang paling ‘sakral’ di perusahaan tersebut. Bagaimana tidak, dari divisi tersebutlah produk-produk baru dibuat, dari divisi itu juga inovasi-inovasi baru muncul. Sudah wajar dan sepantasnya jika sebuah perusahaan teknologi menginvestasikan uang yang tidak sedikit untuk divisi R&D-nya. Tetapi tidak dengan Apple beberapa tahun terakhir ini.

Tahun 2011, untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan Apple, Apple menghabiskan lebih banyak uang untuk mematenkan ide-ide teknologi ketimbang R&D. Ini adalah salah satu hasil strategi Apple untuk ‘mematenkan segalanya’, setelah sebelumnya pernah diserang tantangan hak paten oleh saingannya.

The New York Times mengatakan, kebijakan paten ini dikeluarkan setelah pada tahun 2006, sebuah perusahaan teknologi Creative Technology meluncurkan gugatan paten yang pada akhirnya membuat Apple harus merogoh kocek untuk membayar denda sebesar $100 juta atau sekitar Rp 900 milyar (dengan asumsi 1$ = Rp 9.000) karena produknya, iPod, melanggar paten perusahaan tersebut.

Setelah itu, Co-Founder Apple, Steve Jobs mengambil strategi untuk mematenkan segala sesuatu hal yang merupakan kreativitas perusahaan. Setiap bulan, Steve Jobs mengadakan acara bulanan yaitu invention disclosure sessions“, dimana para engineers menjelaskan apa yang sedang mereka kerjakan kepada para pengacara perusahaan, yang nantinya akan diurus untuk diajukan sebagai paten.

Segala sesuatu hal dipatenkan, juga untuk beberapa penemuan teknologi yang mereka tahu itu tidak atau belum mungkin terjadi.

Strategi paten segala sesuatu hal ini nampaknya cukup berhasil, dalam 1 dekade terakhir Apple sudah memiliki 4.100 paten. Paten ini akan berguna dalam membela produk-produk Apple yang ‘dicuri’ secara hukum.

Ini merupakan salah satu tindakan yang diambil Apple berdasarkan hasil pernyataan Steve Jobs yang bersumpah untuk berperang ‘nuklir’ dengan sistem operasi ‘curian’ buatan Google, Android.

Hasilnya sudah mulai kita lihat sendiri, salah satunya peperangan Apple melawan Samsung, dan masih banyak lagi.

Bagaimana menurut anda ?

Referensi: cnet.com, nytimes.com, psdgraphics.com, gizmodo.com

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.