Pengguna Android Hanya 1,8% Yang Sudah Jelly Bean

android-jellybean

Jelly Bean, sistem operasi versi terbaru dari Android sudah dirilis sejak bulan July 2012. Namun nampaknya para pengguna Android masih kesulitan untuk meng-upgrade sistem operasi Android mereka ke versi yang terbaru. Wajar saja, banyak para vendor Android yang sampai saat ini hanya menjual hardware, jadi mereka seakan tidak begitu peduli dengan update software Android yang lebih baru.

Samsung misalnya, sampai saat ini para pengguna Samsung Galaxy SIII masih belum bisa menikmati Android versi 4.1 atau Jelly Bean. Mengapa hal itu bisa terjadi ? Google memang sudah merilis Android Jelly Bean sejak tahun pertengahan tahun 2012, tetapi karena Android sifatnya open source, maka para vendor yang menggunakan Android bisa mengotak-ngatik sistem operasi tersebut sesuai keinginan mereka. Contoh yang paling jelas adalah Samsung dengan S Voice-nya.

Google baru saja merilis data terbaru untuk distribusi data para pengguna Android (market share) berdasarkan versinya, data ini dirilis per 1 Oktober 2012 secara resmi oleh Google.

  • 1.5 Cupcake (API 3) – 0,1%
  • 1.6 Donut (API 4) – 0,4%
  • 2.1 Eclair (API 7) – 3,4%
  • 2.2 Froyo (API 8) – 12,9%
  • 2.3 Gingerbread (API 9) – 0,3%
  • 2.3 Gingerbread (API 10) – 55,5%
  • 3.1 Honeycomb (API 12) – 0,4%
  • 3.2 Honeycomb (API 13) – 1,5%
  • 4.0 Ice Cream Sandwich (API 14) – 23,7%
  • 4.1 Jelly Bean (API 15) – 1,8%

Mungkin anda bisa menjadikan hal ini sebagai referensi jika anda adalah seorang pembuat aplikasi di platform Android, karena meskipun Android yang terbaru memang memiliki fitur-fitur baru yang lebih baik, tetapi jika anda membuat aplikasi yang hanya kompatibel dengan Android Jelly Bean berarti pangsa pasar anda hanya 1,8% dari seluruh pengguna Android.

Referensi: developer.android.com.

fold-left fold-right
About the author
Ricky Haryadi - Ia adalah co-founder Techrity dan co-initiator StartupBinus. Sebagai mahasiswa Information System ia sangat menyukai IT, musik, dan sepakbola. Kenali Ricky lebih lanjut melalui Twitter, blog pribadi, atau email.