Sony Berinvestasi $642 Juta di Olympus

Olympus

Sony dilaporkan akan berinvestasi sebesar $642 juta USD (50 milyar Yen, atau kurang lebih 6 trilyun Rupiah) di Olympus. Olympus yang berbasis di Jepang, memang dikabarkan sedang mencari investor. Dengan disuntikkannya investasi ini, Sony akan menjadi pemegang saham terbesar di Olympus.

Setelah pada bulan Juni lalu beredar rumor bahwa Panasonic-lah yang akan berinvestasi di Olympus, Reuters telah mengonfirmasi dari tiga sumber berbeda bahwa Sony dan Olympus sudah siap untuk melaporkan investasi yang nilainya mencapai 10% dari nilai perusahaan Olympus tersebut.

Olympus dikabarkan sedang mengalami kerugian sebesar $630 Juta pada tahun lalu, dikarenakan kesalahan dalam pengambilan keputusan, dan juga akibat dari permasalahan-permasalahan lain. Pada bulan Juni 2012, Olympus juga sempat mengumumkan bahwa mereka akan memangkas 2.700 pekerja dan memberhentikan 40% pabrik mereka untuk menekan pengeluaran perusahaan. Pada quarter yang lalu, perusahaan tersebut juga menyatakan mengalami penurunan keuntungan operasional sebesar 60%.

Dengan investasi tersebut, Sony akan menjadi pemegang saham terbesar, dan dikabarkan kedua perusahaan tersebut akan membentuk lini bisnis baru yang berfokus pada peralatan medis. Bisnis kategori itu adalah yang pertama kali bagi Sony. Sony berharap kategori bisnis baru ini akan membantu meraup keuntungan baru, dikarenakan bisnis televisi yang sudah semakin ramai pesaing menyebabkan keadaan mereka di bisnis televisi tidak terlalu baik.

 Alasan mengapa Sony-lah yang berinvestasi di Olympus juga didukung oleh fakta bahwa Sony bukanlah saingan dekat dari Olympus, berbeda dengan Terumo Corp yang membuat alat-alat medis, dan Fujifilm Hodings Corp yang membuat kamera.

Referensi: reuters.com, techcrunch.com

fold-left fold-right
About the author
Prayudi Satriyo Nugroho - Mahasiswa Sistem Informasi semester akhir yang terbiasa mengisi waktu luang dengan keluyuran di internet. Ia adalah founder dari Techrity yang dapat Anda hubungi melalui email maupun Twitter.