Apple Meminta Tambahan Denda $707 Juta dan Pemblokiran Penjualan Permanen Atas 29 Perangkat Samsung

Apple dikabarkan meminta hakim Lucy Koh untuk menambahkan denga sebesar $707 juta sebagai tambahan denda $1,05 milyar yang telah diberikan oleh juri kepada Apple di pengadilan antara Apple vs Samsung bulan lalu. Apple juga dikabarkan meminta pemblokiran secara permanen atas 26 smartphone keluaran Samsung, dan 3 tablet keluaran Samsung.

Sebagai penjabaran, Apple meminta $400 juta tambahan atas pelanggaran desain, $135 juta tambahan untuk pelanggaran paten utility, $121 juta tambahan untuk “supplemental damages”, dan $50 juta untuk “prejudgment interest“. Apple juga berkata bahwa Samsung secara sengaja telah melanggar paten mereka dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan dan meraih tambahan pangsa pasar.

“The initial success gained through the sale of these six cloned products was the springboard for the second-generation Galaxy S II line of products as well as numerous other infringing smartphones”, said Apple in its filling.

“Tingginya penjualan atas keenam produk tiruan ini tidak lepas dari jajaran produk generasi kedua, Galaxy S II, maupun beberapa smartphone¬†lain yang melanggar paten”, ujar Apple di dalam tuntutannya.

Di sisi lain, Samsung, tentu saja tidak tinggal diam. Pengacara dari pihak Samsung berargumen bahwa proses pengadilan dari kasus bulan lalu, yang berujung pada kekalahan Samsung sebesar $1,05 milyar, terlalu singkat.

“The Court’s constraints on trial time, witnesses and exhibits were unprecedented for a patent case of this complexity and magnitude, and prevented Samsung from presenting a full and fair case in response to Apple’s many claims,” Samsung said.

“Kendala pengadilan terkait waktu proses hukum, saksi mata, dan testimonial belum terselesaikan terkait kasus yang serumit dan sebesar ini, dan membuat Samsung tidak dapat menjelaskan kasusnya secara penuh dan adil untuk merespon klaim-klaim Apple,” sahut Samsung.

Samsung juga memohon pengurangan denda karena menurut mereka tim juri telah melakukan kesalahan penghitungan dalam membuat keputusan. Di kesempatan terpisah, Samsung juga sempat berkata,

“It is unfortunate that patent law can be manipulated to give one company a monopoly over rectangles with rounded corners, or technology that is being improved every day by Samsung and other companies.”

“Sangat disayangkan hukum paten dapat dimanipulasi untuk memberikan sebuah perusahaan hak monopoli atas bentuk persegi panjang dengan ujung bulat, ataupun teknologi yang senantiasa dikembangkan oleh Samsung dan perusahaan lainnya.”

Bisa dibilang kasus ini adalah kasus paten terseru di bidang teknologi dalam beberapa tahun terakhir, terlebih lagi dua perusahaan yang berseteru adalah dua perusahaan yang sangat besar di bidang teknologi, sehingga mereka pasti akan mempertaruhkan kemampuan mereka untuk mempertahankan produk mereka agar tidak dicekal oleh perusahaan saingannya. Hasil akhir dari kasus ini diperkirakan akan diputuskan pada 6 Desember yang akan datang.

 

Referensi: theverge.com

fold-left fold-right
About the author
Prayudi Satriyo Nugroho - Mahasiswa Sistem Informasi semester akhir yang terbiasa mengisi waktu luang dengan keluyuran di internet. Ia adalah founder dari Techrity yang dapat Anda hubungi melalui email maupun Twitter.